• Milagros

    Back to Nature with Healthy Life

  • Milagros

    Kebaikan Air ALKALI

  • Milagros

    Super Stable >9,8 pH Alkaline

  • Milagros

    Anti Oksidant -350 mv

  • Milagros

    Powerfull Scalar Energy

KODE ETIK MITRA USAHA PT MILAGROS INDOESIA MEGAH

 

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

 

Dalam kode etik ini yang dimaksud dengan :

  1. Perusahaan adalah badan usaha yang berbentuk badan hukum yang melakukan kegiatan usaha perdagangan barang dengan sistem penjualan langsung. Perusahaan selanjutnya disebut dan/atau dikenal dengan nama Milagros Indonesia Megah (MIM).
  2. Mitra usaha adalah anggota mandiri jaringan pemasaran atau penjualan yang berbentuk badan usaha atau perseorangan dan bukan merupakan bagian dari struktur organisasi perusahaan yang memasarkan atau menjual barang kepada konsumen akhir secara langsung dengan mendapatkan imbalan berupa komisi dan/atau bonus atas penjualan.
  3. Produk atau barang adalah barang yang diperdagangkan oleh Perusahaan untuk dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh konsumen.
  4. Program pemasaran (marketing plan) adalah program perusahaan dalam memasarkan barang atau produk perusahaan yang akan dilaksanakan dan dikembangkan oleh mitra usaha melalui jaringan pemasaran dengan bentuk pemasaran satu tingkat atau pemasaran multi tingkat. Program pemasaran ini selanjutnya dikenal dengan nama Milagros Customer Referral Program(Milagros CRP).
  5. Kode Etik adalah tatanan atau perangkat aturan hukum yang mengikat dan menjadi pedoman yang diperuntukan bagi semua Mitra usaha dalam menjalankan kegiatan pemasarannya.
  6. Hak usaha adalah izin yang diberikan oleh perusahaan kepada Mitra usaha untuk menikmati manfaat ekonomi dari kegiatan pemasaran Perusahaan.
  7. Kartu hak usaha adalah tanda pengenal yang sekaligus berfungsi sebagai bukti kepemilikan hak usaha yang diberikan oleh Perusahaan kepada Mitra usaha bahwa Mitra usaha tersebut telah tercatat secara resmi sebagai pemegang hak usaha.
  8. Calon Mitra usaha adalah perseorangan dan/atau badan usaha yang belum memiliki hak usaha.
  9. Sponsor adalah Mitra usaha yang memperkenalkan dan mereferensikan program pemasaran kepada calon Mitra usaha yang kemudian secara resmi menjadi Mitra usaha.
  10. Organisasi hak usaha adalah semua Mitra usaha yang menjalankan hak usaha dan berada dalam organisasi Mitra usaha yang bersangkutan.
  11. Upline adalah garis sponsorisasi dari Mitra usaha yang bersangkutan ke atas.
  12. Downline adalah garis sponsorisasi dari Mitra usaha yang bersangkutan ke bawah.
  13. Rekening Bank adalah, nomor rekening Bank milik Mitra usaha yang harus dicantumkan/disebutkan di dalam Formulir Pendaftaran dan akan dipergunakan sebagai sarana pembayaran bonus.
  14. Formulir Pendaftaran Mitra usaha adalah lembar yang tersedia secara online yang disediakan oleh Perusahaan yang harus diisi secara lengkap dan benar oleh calon Mitra usaha sebagai pengajuan permohonan untuk menjadi Mitra usaha.
  15. Garis sponsorisasi adalah urutan naik terdiri dari mitra usaha, sponsor atau upline dari mitra usaha, sponsor atau upline-nya lagi dan seterusnya.
  16. Komisi atas penjualan adalah imbalan yang diberikan oleh Perusahaan kepada Mitra usaha yang besarnya dihitung berdasarkan hasil kerja nyata, sesuai volume atau nilai hasil penjualan produk baik secara pribadi maupun jaringannya.
  17. Bonus adalah tambahan imbalan yang diberikan oleh Perusahaan kepada Mitra usaha karena telah berhasil mencapai target penjualan atau kondisi tertentu sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan Perusahaan.
  18. Aktivasi adalah proses pendaftaran Mitra usaha baru ke dalam sistem database Perusahaan hingga mendapatkan user ID baru.
  19. Kartu Aktivasi adalah kartu yang diterima oleh Mitra usaha sebagai kompensasi atas pembelanjaan atau pembelian produk-produk Perusahaan untuk keperluan pendaftaran Mitra usaha baru yang nantinya akan menjadi bagian bonus yang diterima oleh Mitra usaha.
  20. Repeat Order (RO) adalah pembelanjaan atau pembelian ulang produk-produk Perusahaan yang dilakukan oleh Mitra usaha.
  21. Kartu Repeat Order (RO) adalah kartu yang diterima oleh Mitra usaha sebagai kompensasi atas pembelanjaan atau pembelian ulang produk-produk Perusahaan yang nantinya akan menjadi bagian bonus yang diterima oleh Mitra usaha.
  22. Mobile counter atau Stockist adalah Mitra usaha yang telah memenuhi persyaratan dan ditunjuk oleh Perusahaan untuk menjadi agen atau mitra kerja Perusahaan untuk menyediakan, mendistribusikan, menjual produk Perusahaan yang dibutuhkan baik untuk kebutuhan Mitra usaha-mitra usaha baru dan Mitra usaha-mitra usaha lainnya yang berada didalam ataupun diluar kelompok atau organisasi Mitra usaha yang bersangkutan.
  23. Pewaris atau ahli waris adalah anak, istri atau ahli waris lainnya dari Mitra usaha yang memiliki hak waris Mitra usaha tersebut jika yang bersangkutan meninggal dunia.

 

BAB II

PENDAFTARAN, SYARAT MENJADI MITRA USAHA,

KEANGGOTAAN, PENSPONSORAN

DAN PENGUNDURAN DIRI 

 

Pasal 2

 

  1. Setiap orang tanpa membedakan suku, ras, agama, jenis kelamin dan badan usaha Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi Mitra usaha sepanjang memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan Perusahaan.
  2. Setiap calon Mitra usaha harus mengisi dan melengkapi Formulir Pendaftaran Mitra usaha secara lengkap dan benar.
  3. Setelah Formulir Pendaftaran Mitra usaha diterima maka Perusahaan akan memberikan alat bantu penjualan (starter kit) kepada calon Mitra usaha tersebut untuk mempelajari, mempertimbangkan dan memutuskan.
  4. Calon Mitra usaha diberikan tenggang waktu selama 10 (sepuluh) hari kerja untuk memutuskan menjadi Mitra usaha atau membatalkan pendaftarannya dengan mengembalikan alat bantu penjualan (starter kit) yang telah diperolehnya dalam keadaan seperti semula.
  5. Apabila calon Mitra usaha telah memutuskan untuk menjadi Mitra usaha maka Mitra usaha tersebut sanggup untuk mengikatkan diri secara hukum dan tunduk kepada semua aturan dan ketentuan yang ditetapkan dalam Kode Etik ini dan ketentuan-ketentuan lainnya yang akan ditetapkan oleh Perusahaan.
  6. Setiap Mitra usaha yang telah diterima oleh Perusahaan harus dapat bertanggungjawab secara hukum atas kebenaran isian, informasi dari data-data dan keterangan yang telah disampaikan dan tercantum di dalam Formulir Pendaftaran Mitra usaha tersebut.
  7. Mitra usaha yang telah dicabut hak usahanya bisa mendaftar dan bergabung kembali menjadi Mitra usaha dalam waktu minimal 90 (sembilan puluh) hari sejak tanggal pemutusan dengan cara mengisi Formulir Pendaftaran baru.
  8. Apabila terdapat perbaikan, perubahan data dan informasi-informasi lainnya sebagaimana yang telah disampaikan dan tercantum di dalam Formulir Pendaftaran Mitra usaha, maka Mitra usaha harus mitra usaha memberitahukannya secara tertulis kepada Perusahaan untuk selanjutnya dilakukan pembaharuan dan pemutakhiran data di dalam sistem database Perusahaan.
  9. Perusahaan dapat menanyakan, memverifikasi, meminta keterangan baik secara tertulis ataupun lisan kepada calon Mitra usaha ataupun Mitra usaha yang telah terdaftar untuk memastikan kembali kebenaran isian, informasi dari data-data dan keterangan yang telah disampaikan dan tercantum di dalam Formulir Pendaftaran Mitra usaha tersebut.
  10. Mitra usaha merupakan mitra mandiri Perusahaan dan bukan karyawan Perusahaan sehingga Mitra usaha tidak dapat mencampuri semua kebijakan manajemen Perusahaan dan oleh karena itu Mitra usaha tidak terikat kepada ketentuan-ketentuan aturan internal Perusahaan.

 

 

 

Pasal 3

 

  1. Syarat-syarat untuk menjadi seorang mitra usaha adalah sebagai berikut :
  2. Harus disponsori oleh seorang Mitra usaha
  3. Berusia minimal 17 tahun atau telah menikah
  4. Tidak cacat mental, berada di bawah perwalian/pengampuan
  5. Warga Negara Indonesia (WNI)
  6. Melampirkan Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
  7. Mengisi data-data pribadi lainnya yang sebagaimana yang tercantum dalam Formulir Pendaftaran Mitra usaha dan membayar biaya yang ditetapkan oleh Perusahaan sebagai pembelian paket produk.
  8. Untuk Mitra usaha yang berbentuk badan hukum, selain melengkapi Formulir Pendaftaran Mitra usaha juga harus melengkapi fotokopi akta pendirian perusahaan dan pengesahan pendirian perusahaan, surat keterangan domisili usaha, fotokopi KTP direktur atau penanggungjawab badan hukum tersebut, fotokopi Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

 

Pasal 4

 

  1. Keanggotaan Mitra usaha berlaku seumur hidup, terkecuali ada pencabutan secara resmi dari Perusahaan dan/atau pengunduran diri Mitra usaha secara sukarela.
  2. Status keanggotaannya Mitra usaha yang telah meninggal dunia tetap berlaku namun Perusahaan akan mengalihkan keanggotaan Mitra usaha tersebut kepada pewaris atau ahli warisnya.
  3. Mitra usaha yang telah mengundurkan diri dan/atau dicabut hak usahanya oleh Perusahan dengan sendirinya akan menggugurkan semua bonus yang diterimanya.
  4. Setiap Mitra usaha harus mempunyai kartu usaha yang secara sah tercatat dan dikeluarkan oleh Perusahaan.
  5. Setiap Mitra usaha berdasarkan identitas Kartu Tanda Kependudukannya (KTP) hanya dapat memiliki 1 (satu) hak usaha saja. Setiap Mitra usaha dengan nama yang sama tidak diperbolehkan dengan alasan apapun untuk mendaftarkan kembali dengan menggunakan fotokopi identitas diri lainnya yang dimilikinya demi mendapatkan hak usaha yang lebih banyak.
  6. Konsekuensi dimiliknya lebih dari 1 (satu) hak usaha atas nama yang sama, maka Perusahaan dapat mencabut atau menghapus nomor hak usaha yang dimiliki oleh Mitra usaha tersebut.
  7. Perusahaan sewaktu-waktu dapat memanggil Mitra usaha (tanpa diwakilkan) baik secara tertulis ataupun lisan untuk datang ke Kantor Pusat Perusahaan guna menanyakan, memverifikasi kepemilikan hak usahanya apakah hak usahanya tersebut diperoleh secara benar atau fiktif dengan cara-cara yang tidak dibenarkan menurut hukum. Apabila demikian adanya, maka Perusahaan tanpa menunggu pertimbangan dari pihak manapun sewaktu-waktu dapat mengirimkan surat peringatan atau teguran dan dapat membatalkan hak keanggotaannya dan hak usaha yang dimilikinya tersebut tanpa memberikan kompensasi apapun.
  8. Perusahaan sangat tidak mentolerir semua bentuk perbuatan dan tindakan-tindakan yang tidak dibenarkan secara hukum, oleh karenanya atas perbuatan dan tindakan-tindakan tersebut, maka Perusahaan dapat melaporkan dan memproses hukum lebih lanjut kepada pihak yang berwenang.

 

Pasal 5

 

  1. Calon Mitra usaha bebas menentukan kepada siapa dirinya akan disponsori.
  2. Calon Mitra usaha yang telah memilih atau menunjuk sponsornya sebaiknya selalu menjalin komunikasi dengan sponsornya tersebut. Apabila calon Mitra usaha ingin berganti sponsor sebaiknya mitra usaha memberitahukan terlebih dahulu kepada sponsor yang sebelumnya.
  3. Setiap Mitra usaha mempunyai hak yang sama dalam melakukan pensponsoran calon Mitra usaha.
  4. Dalam melakukan pensponsoran, Mitra usaha harus memperhatikan Kode Etik serta kaidah-kaidah atau aturan-aturan lainnya yang telah diatur dan ditetapkan oleh Perusahaan.
  5. Dalam melakukan pensponsoran, Mitra usaha sebaiknya tidak merebut calon Mitra usaha prospektif yang telah menunjuk, memilih atau memiliki sponsor. Bila terjadi sengketa perebutan calon Mitra usaha prospektif, maka Perusahaan berhak menentukan kepada siapa calon Mitra usaha tersebut akan disponsori.
  6. Setiap Mitra usaha tidak diperkenankan sama sekali untuk mensponsori, merekrut mitra usaha-Mitra usaha lain yang hak usahanya masih berlaku (aktif). Bila terjadi sengketa akibat perebutan Mitra usaha yang masih memiliki hak usaha aktif, maka Perusahaan dapat memberikan sanksi teguran secara resmi terlebih dahulu kepada Mitra usaha tersebut, namun apabila sanksi teguran tersebut tetap diabaikan maka Perusahaan dapat secara tegas mencabut status keanggotaan Mitra usaha tersebut.
  7. Dalam melakukan pensponsoran, Mitra usaha tidak diperkenankan melakukan pengiklanan baik secara diam-diam maupun terang-terangan.
  8. Penjualan hak usaha, pergantian nama kepemilikan hak usaha dan/atau penggabungan hak usaha antar Mitra usaha tidak diperbolehkan sama sekali.
  9. Mitra usaha hanya diperkenankan menambah investasi cabang hak usaha di dalam garis sponsorisasi cabang 001-nya dan tidak boleh di luar garis sponsorisasinya.
  10. Perpindahan garis sponsorisasi hanya dapat terjadi dengan cara melakukan pengunduran diri atau pencabutan hak usahanya yang lama terlebih dahulu, dan apabila Mitra usaha yang telah mengajukan pengunduran diri (hak usahanya telah dicabut) dan
    berkeinginan untuk menjadi Mitra usaha kembali, maka ia harus melewati masa non aktif selama 90 (sembilan puluh) hari terhitung sejak tanggal pengunduran dirinya. Selama masa non aktif tersebut Mitra usaha tidak diperkenankan melakukan aktivitas penjualan produk.
  11. Mitra usaha yang melakukan pensponsoran dilarang memberikan keterangan yang menyesatkan kepada calon Mitra usaha.
  12. Mitra usaha yang melakukan pensponsoran wajib melakukan bimbingan, pelatihan, motivasi, dan penjelasan produk maupun konsep pemasaran yang benar terhadap Mitra usaha yang disponsori.

 

Pasal 6

 

  1. Mitra usaha mempunyai hak untuk menyudahi atau mengundurkan diri sebagai Mitra usaha kapan saja.
  2. Pengunduran diri Mitra usaha harus diajukan kepada Perusahaan secara tertulis dengan menyertakan Formulir Pengunduran Diri Mitra usaha yang dapat diperoleh dan diunduh (download) di website resmi Perusahaan.
  3. Mitra usaha yang telah memutuskan untuk mengundurkan diri dapat menjual kembali produk-produk yang masih dimilikinya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Perusahaan.
  4. Perusahaan selanjutnya mencabut keanggotaan Mitra usaha dan memberikan surat keterangan bahwa Mitra usaha yang bersangkutan telah mengundurkan diri dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) hari.

 

BAB III

HAK DAN KEWAJIBAN MITRA USAHA

 

Pasal 7

 

Mitra usaha memiliki hak-hak sebagai berikut:

  1.        Setiap Mitra usaha memiliki hak yang sama satu sama lain.
  2. Setiap Mitra usaha berhak menerima Kartu Aktivasi ataupun Kartu Repeat Order sebagai kompensasi pembelian produk.
  3.      Mitra usaha berhak melakukan promosi, perekrutan Mitra usaha baru dan penjualan produk kepada semua orang ataupun badan usaha yang tinggal dan berdomisili di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia saja.
  4. Mitra usaha berhak menentukan kepada siapa dan dengan siapa dirinya melakukan aktivitas hak usahanya.
  5.     Mitra usaha berhak mendapatkan produk yang berkualitas baik dari Perusahaan.
  6.     Mitra usaha berhak meminta penggantian ulang atas produk yang telah dibeli dan diterimanya dalam kondisi rusak ataupun cacat kepada Perusahaan dalam tenggang waktu selama 7 (tujuh) hari kerja.

 

  1. Mitra usaha berhak mendapatkan imbalan finansial berupa komisi dan bonus dari Perusahaan atas aktivitas hak usahanya sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.
  2. Mitra usaha berhak menanyakan dan meminta penjelasan kepada Perusahaan apabila terdapat penundaan, kesalahan perhitungan imbalan finansial berupa bonus dari yang seharusnya diterima dan menjadi hak Mitra usaha.
  3.      Mitra usaha berhak mendapatkan penjelasan dan informasi yang memadai dari Perusahaan mengenai produk-produk Perusahaan dan manfaatnya.
  4.     Mitra usaha berhak mendapatkan pelatihan dan pembinaan tentang program pemasaran, baik dari Perusahaan maupun dari Upline atau sponsornya.
  5. Mitra usaha berhak membentuk suatu kelompok atau organisasi yang beranggotakan beberapa atau sejumlah Mitra usaha yang berada dalam jaringan atau garis sponsorisasinya untuk memudahkan komunikasi, pembinaan, pelatihan dan motivasi, namun demikian pembentukan kelompok atau organisasi tersebut harus sepengetahuan dan seiijin Perusahaan.
  6. Mitra usaha yang dicabut hak usahanya berhak mendapat keanggotaannya dengan bergabung kembali menjadi Mitra usaha dengan syarat yang ditetapkan oleh Perusahaan.

 

Pasal 8

 

Mitra usaha memiliki kewajiban-kewajiban sebagai berikut:

  1.     Mitra usaha wajib melakukan pembinaan, pelatihan dan motivasi bagi Mitra usaha yang disponsorinya termasuk juga kelompok atau organisasinya menurut cara-cara yang tidak bertentangan      dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan Perusahaan.
  2.     Mitra usaha wajib memahami dan mematuhi kode etik dan aturan-aturan yang dikeluarkan Perusahaan.
  3.     Mitra usaha wajib bertingkah laku sopan, menunjung tinggi etika, simpatik, jujur dalam melakukan aktivitas usahanya.
  4. Mitra usaha wajib menjaga nama baik, citra dan reputasi Perusahaan.
  5. Mitra usaha yang berperan sebagai stockist atau mobile counter harus dapat memberikan pelayanan yang sama tanpa membedakan satu sama lain dalam menjual produk kepada semua Mitra usaha yang berada dalam organisasinya maupun Mitra usaha-mitra usaha lain yang berada diluar organisasinya.

 

BAB IV

LARANGAN DAN TANGGUNG JAWAB MITRA USAHA

 

Pasal 9

 

  1. Mitra usaha dilarang mengklaim diri atau kelompoknya menguasai atau mempunyai wilayah penjualan secara monopoli dan ekslusif.
  2. Mitra usaha dilarang menutup, menghalang-halangi ruang dan pergerakan mitra usaha lain dalam melakukan perekrutan, pensposoran Mitra usaha baru, promosi, pemasaran produk di suatu area atau wilayah tertentu.
  3. Mitra usaha dilarang bertindak untuk dan atas nama Perusahaan, mewakili Perusahaan melakukan pengikatan hukum dengan pihak lain atau mewakili seolah-olah dirinya adalah karyawan, pihak manajemen ataupun perwakilan dari Perusahaan.
  4. Mitra usaha tanpa sepengetahuan dan seijin dari Perusahaan dilarang membuat, memodifikasi alat bantu apapun baik berupa gambar, visual, atau alat peraga lainnya dalam melakukan aktivitas keanggotaannya yang tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.
  5. Mitra usaha dilarang menjual atau mengedarkan produk yang tidak layak pakai atau tidak layak konsumsi.
  6. Mitra usaha dilarang mengubah bentuk, mengganti, merusak, mengurangi baik sebagian atau seluruhnya atas produk, nama dagang atau merek, kemasan, stiker, logo, lambang, bentuk, brosur-brosur, alat bantu usaha lainnya yang telah secara resmi ditetapkan oleh Perusahaan.
  7. Mitra usaha dilarang melakukan penjualan produk di bawah harga yang telah ditetapkan perusahaan.
  8. Mitra usaha dilarang menggunakan nama dagang atau merek dagang, desain dan logo Perusahaan baik sebagian maupun seluruhnya untuk menjual produk-produk lain yang bukan merupakan produk resmi oleh Perusahaan.
  9. Mitra usaha dilarang mempengaruhi mitra usaha dari organisasi lain untuk masuk ke dalam satu organisasi Mitra usaha tertentu.
  10. Sesama Mitra usaha dilarang melakukan tindakan mencela, merendahkan, menghina, mengancam satu sama lain dalam melakukan aktivitas hak usahanya.
  11. Mitra usaha dilarang secara tegas melakukan tindakan mencela, merendahkan, menghina, mengancam mitra usaha yang tergabung di semua bisnis multi level marketing(MLM) Perusahaan lain baik melalui komunikasi secara langsung maupun tidak langsung.
  12. Mitra usaha dilarang menginformasikan, menjelaskan, membuka rahasia mengenai poduk-produk yang sudah ada maupun rencana produk-produk baru termasuk juga konsep, metode dan/atau strategi bisnis yang dijalankan oleh Perusahaan kepada pihak kompetitor atau pihak-pihak lainnya.
  13. Mitra usaha dilarang menjadi anggota atau bagian Network Marketing yang berada di luar kegiatan yang dijalankan oleh Perusahaan.
  14. Mitra usaha dilarang membuat, meniru produk dan/atau menjalankan usaha/bisnis atas nama dirinya sendiri yang berada dalam jalur produksi dan perdagangan yang sama dengan yang dijalankan oleh Perusahaan.
  15. Mitra usaha dilarang melakukan promosi, perekrutan mitra usaha baru dan penjualan produk kepada perorangan dan/atau badan usaha asing yang tinggal dan berdomisili di Indonesia.
  16. Mitra usaha dilarang melakukan promosi, perekrutan Mitra usaha baru dan penjualan produk kepada perorangan dan/atau badan usaha Indonesia yang berdomisili di luar Negara Republik Indonesia.
  17. Mitra usaha dilarang secara tegas melakukan kegiatan penjualan ataupun ekspor produk ke Negara tertentu. Kegiatan penjualan dan ekspor ke Negara lain hanya bisa dilakukan oleh Perusahaan.
  18. Mitra usaha yang telah melakukan pembayaran atas pendaftaran (aktivasi) atau pembelanjaan ulang (repeat order) tidak dapat meminta atau menguangkan kembali pendaftaran atau repeat order yang telah dilakukannya.

 

Pasal 10

 

  1. Mitra usaha bertanggung jawab terhadap semua akibat hukum yang timbul dalam melakukan aktivitas hak usahanya.
  2. Mitra usaha bertanggung jawab atas semua bentuk sanksi yang diberikan dari setiap pelanggaran atas larangan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.

 

BAB V

HAK DAN KEWAJIBAN PERUSAHAAN

 

Pasal 11

 

  1. Perusahaan berhak memberikan sanksi kepada semua Mitra usaha yang menyimpang dan melanggar dari aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.
  2. Perusahaan berhak meminta pertanggungjawaban Mitra usaha atas segala bentuk sanksi, teguran, ganti rugi, tuntutan yang telah diberikan oleh Perusahaan.
  3. Perusahaan berhak meminta pertanggungjawaban Mitra usaha atas segala akibat hukum lainnya yang timbul karena kesalahan dan pelanggaran hukum yang dibuat oleh dirinya sendiri di dalam melakukan aktivitas usahanya.
  4. Perusahaan berhak melaporkan dan memproses hukum lebih lanjut kepada pihak yang berwenang untuk Mitra usaha yang melakukan semua bentuk perbuatan dan tindakan-tindakan yang tidak dibenarkan secara hukum.
  5. Perusahaan berhak membatasi penjualan produk kepada seorang Mitra usaha atau sekelompok Mitra usaha apabila ternyata terdapat indikasi penyalahgunaan prinsip-prinsip penjualan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.

 

Pasal 12

 

  1. Perusahaan berkewajiban memberikan imbalan finansial berupa komisi atas penjualan dan bonus kepada Mitra usaha sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.
  2. Perusahaan berkewajiban memungut atau memotong pajak atas imbalan finansial berupa komisi dan bonus yang diterima oleh Mitra usaha sesuai dengan peraturan dan ketentuan perpajakan yang berlaku.
  3. Perusahaan berkewajiban membeli kembali produk-produk yang belum terjual dari Mitra usaha yang mengundurkan diri dengan harga pembelian dikurangi biaya administrasi sebesar 10% (sepuluh persen) dan nilai setiap manfaat yang telah diterima oleh Mitra usaha yang bersangkutan sehubungan dengan pembelian produk tersebut. Selanjutnya produk-produk yang dapat diterima oleh Perusahaan harus dalam kondisi utuh atau tersegel, berkualitas baik, masih layak jual dan belum kadaluwarsa.
  4. Perusahaan berkewajiban memberikan perlakuan dan pelayanan yang sama kepada semua Mitra usaha maupun organisasi yang dibentuk Mitra usaha tanpa membedakan peringkat atau level atau tingkatan Mitra usaha tersebut.
  5. Perusahaan berkewajiban mengadakan seminar, edukasi, pengarahan tentang program pemasaran, kompensasi penjualan, pengenalan produk dan manfaat produk-produk tersebut kepada semua Mitra usaha secara jelas, dan transparan.
  6. Perusahaan berkewajiban melakukan pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan motivasi, kemampuan, pengetahuan kepada Mitra usaha agar bertindak dengan benar, jujur dan dan bertanggung jawab.
  7. Perusahaan berkewajiban menerima kembali Mitra usaha yang telah dicabut hak usahanya menjadi Mitra usaha yang tergabung ke dalam program Milagros CRP.
  8. Perusahaan berkewajiban menerima pengembalian produk dari Mitra usaha yang berada dalam kondisi yang rusak, cacat dan tidak layak jual serta melakukan penggantian ulang produk baru.
  9. Perusahaan berkewajiban melindungi semua Mitra usaha dari setiap kemungkinan bentuk ancaman, peringatan, hasutan, penghinaan, tuntutan dari Perusahaan lain ataupun pihak ketiga lainnya yang murni bukan diakibatkan oleh kesalahan Mitra usaha itu sendiri.

BAB VI

PEMBELIAN PRODUK, PENJUALAN PRODUK DAN PEMBAYARAN ATAS TRANSAKSI PEMBELIAN PRODUK

 

Pasal 13

 

  1. Pembelian produk hanya dapat dilakukan secara tunai (bisa menggunakan debit card, credit card) di tempat-tempat yang telah ditentukan oleh Perusahaan antara lain: kantor pusat, kantor cabang perusahaan atau mobile counterdengan menunjukkan kartu usahanya.
  2. Tiap-tiap Mitra usaha, stokist atau mobile counter berhak untuk mendapatkan harga produk yang sama yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.

 

Pasal 14

 

  1. Harga jual produk ditetapkan oleh Perusahaan. Apabila terjadi perubahan harga maka Perusahaan akan menginformasikannya kepada seluruh Mitra usaha.
  2. Mitra usaha tidak diperbolehkan sama sekali menjual produk di bawah standar harga (harga eceran kemasan botol ataupun kemasan dus) yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.
  3. Dalam melakukan penjualan produk, mitra usaha dilarang memberikan penjelasan yang menyimpang atau melebih-lebihkan produk selain yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.

 

Pasal 15

 

  1. Semua pembayaran atas transaksi pembelian produk secara langsung ke Perusahaan yang dilakukan oleh stockist atau mobile counter harus dan hanya dibayarkan kepada Perusahaan saja.
  2. Perusahaan akan menyatakan sah apabila pembayaran transaksi dilakukan melalui transfer ke rekening Perusahaan (atas nama dan nomor rekening Bank sebagaimana yang tertera pada website resmi Perusahaan: milagros.co.id) yang telah ditentukan atau pembayaran langsung dengan bukti struk tanda terima pembayaran yang disahkan oleh Perusahaan. Pembayaran yang dilakukan tidak memenuhi ketentuan di atas dianggap tidak sah (belum terjadi transaksi pembayaran) dan Perusahaan tidak bertanggungjawab akan hal tersebut.

 

BAB VII

PEWARISAN HAK USAHA MITRA USAHA

 

Pasal 16

 

  1. Bila Mitra usaha meninggal dunia, maka hak usahanya dapat diwariskan kepada pewaris atau ahli warisnya yang telah disebutkan dalam Formulir Pendaftaran Mitra usaha.
  2. Kematian Mitra usaha harus diberitahukan secara tertulis oleh ahli warisnya secara langsung kepada Perusahaan melalui Kantor Pusat Perusahaan, dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) hari sejak tanggal kematian mitra usaha tersebut. Bila dalam waktu tersebut tidak dilakukan pemberitahuan oleh ahli warisnya, maka Perusahaan berhak mengambil alih hak usaha Mitra usaha yang bersangkutan untuk selanjutnya dilakukan pencabutan status keanggotaan Mitra usahanya dan tanpa dibebani pemberian kompensasi apapun.
  3. Ahli waris yang akan menggantikan posisi Mitra usaha yang telah meninggal dunia, maka dirinya harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan perusahaan sebagai berikut :
  4.   Mengisi formulir yang disediakan oleh Perusahaan.
  5.    Melampirkan legalisir fotokopi surat kematian Mitra usaha.
  6.    Melampirkan legalisir surat keterangan ahli waris dari kelurahan dan/atau kecamatan setempat.
  7. Melampirkan surat pernyataan asli dari ahli waris yang lain (bila ada), yang isinya berupa persetujuan pewarisan hak usaha tersebut.
  8.    Melampirkan legalisir fotokopi Kartu Keluarga.

 

BAB VIII

PELANGGARAN, PENGADUAN, SANKSI DAN

PENYELESAIAN SENGKETA

 

Pasal 17

 

  1. Setiap pelanggaran atas ketentuan Pasal 9 dan semua ketentuan yang diatur dan ditetapkan dalam Kode Etik ini dapat mengakibatkan pemberian sanksi oleh Perusahaan.

 

Pasal 18

 

  1. Setiap mitra usaha berhak mengadukan segala tindakan Mitra usaha lain yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan dengan melampirkan :
  2. Data si pelaku/mitra usaha.
  3.   Uraian singkat kejadian yang ditandatangani oleh Pelapor.
  4. Bukti foto atau rekaman atau bukti tertulis lainnya, apabila ada juga menyertakan keterangan saksi yang benar-benar mengalami, melihat secara langsung kejadian pelangaran tersebut.
  5.   Identitas diri pelapor (bila dikehendaki dapat dirahasiakan).
  6. Perusahaan dapat sewaktu-waktu melakukan pemanggilan untuk meminta keterangan dan penjelasan dan/atau pemeriksaan terhadap pelaku yang diduga melakukan pelanggaran.

 

Pasal 19

 

  1. Sanksi atas semua pelanggaran yang dilakukan oleh Mitra usaha dapat berupa:
  2.       Teguran secara tertulis.
  3.     Skorsing berupa larangan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan hak usaha yang dimilinya dalam waktu yang ditentukan oleh Perusahaan.
  4.     Penangguhan bonus untuk jangka waktu tertentu dan Perusahaan tidak dibebankan dan berkewajiban mengganti kerugian dalam bentuk apapun.
  5.     Pemberhentian atau pengakhiran hak usaha tanpa kompensasi apapun.
  6. Ganti kerugian.
  7. Gugatan hukum.
  8. Pemberian sanksi atas pelanggaran tersebut di atas dilakukan oleh Perusahaan dan dinyatakan secara tertulis serta ditandatangani oleh Direksi. Pemberian sanksi dapat dilakukan tidak berdasarkan urutan tersebut di atas, namun dapat dilakukan sesuai kondisi yang terjadi pada saat itu.

 

Pasal 20

 

  1. Penyelesaian sengketa dari perusahaan akan diawali secara mediasi dan kekeluargaan namun apabila upaya ini tidak tercapai maka Perusahaan dapat mengajukan proses hukum lebih lanjut.
  2. Perusahaan dapat melakukan upaya hukum baik secara pidana maupun perdata atas segala pelanggaran hukum, meminta ganti kerugian yang ditimbulkan oleh Mitra usaha dalam kaitannya dengan pelaksanaan aktivitas hak usaha.
  3. Perusahaan dapat menunjuk kuasa hukum untuk menyelesaikan permasalahan atau sengketa hukum yang terjadi baik di dalam maupun di luar Perusahaan.

 

BAB IX

PENUTUP

 

Pasal 21

 

  1. Kode Etik ini ditetapkan oleh Perusahaan dan berlaku sejak tanggal 8 Januari 2016.
  2. Kode Etik ini mengikat kepada seluruh Mitra usaha.
  3. Seluruh mitra usaha harus melaksanakan dan mentaati Kode Etik ini.
  4. Kode Etik ini hanya berisi aturan-aturan pokok, hal-hal lainnya sehubungan dengan pelaksanaan Kode Etik ini secara khusus akan diatur di dalam Peraturan tersendiri.
  5. Perusahaan berhak sewaktu-waktu melakukan perubahan, perbaikan dan/atau pembaharuan Kode Etik ini apabila dianggap perlu. Pembaharuan Kode Etik ini selanjutnya akan dimintakan persetujuan dari Pemerintah dan diberitahukan kepada seluruh Mitra usaha.
  6. Selama tidak ada perubahan, perbaikan dan/atau pembaharuan atas Kode Etik ini, maka Kode Etik ini tetap dinyatakan sah dan berlaku.

 

 

Kode Etik ini ditetapkan di Bandung

dan mulai berlaku sejak tanggal 8 Januari 2016.

PT Milagros Indonesia Megah (MIM)

 

 

Testimonial Milagros

  • Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT yg mampu menyembuhkan dan syareatnya melalui MILAGROS...!!Sy mempunyai seorang konsumen Imam Masjid Agung Arrohman Pandeglang Banten beliau menderita Asam Urat yg sudah lama.Alhamdulillah setelah minum milagros 3 botol dengan cara di minum dan di balurkan ke bagian tumitnya yg sakit Asam Uratnya berangsur membaik,sampai skrang setelah minum hampir 1 dus asam uratnya tidak terasa sakit lagi dan beliau berpesan air milagros ini harus terus di jaga kualitasnya jangan sampai ada pemalsuan.Luar biasa....,Semoga semakin banyak
  • Alhamdulillah, hari ini mengalami kejadian luar biasa menyibukkan diri, ... => alkisah tadi pagi membeli milagros 4 dus di stockish cabang CIRACAS Jakarta Timur, => mungkin karena panik hilir mudik, plus kurang focus, ... 4 kartu pun kurang kencang di pegang, dan entah BAGAIMANA KEJADIAN nya ... HILANG SATU KARTU terjatuh dimana, ... => SINGKAT KATA saya memilih darurat telp minta bantuan ke kantor pusat di Makasar dgn telp yg tertera di belakang kartu member ... => Wow, nama nya mbak Nia, dia sangat
  • Saya perawat diruangpenyakit dalam rdu.dr.soetomo surabaya suatu kejadian anak saya kelas 3 sd jatuh dari sepeda pancal mukanya bengkak dan gosong lalu saya semproti dg milagros dlam waktu 3 hari sembuh total warna hitam di muka hilang kembali normal luar biasa milagros
  • Setiap bangun tidur pagi selama saya mengkonsumsi milagros badan terasa segar sekali....trimakasih milagros.
  • Ibu Anis mengalami Sariawan di Lidah selama 2 hari,setelah suaminya nawarin minum Milagros,itupun sisa tinggal setutup botol.malam sebelum tidur ia minum,ternyata di pagi hari Sariawan nya gk terasa lagi... Alhamdulillah sembuh berkat Milagros Milagros Josssss
  • kejaian nyata donw line saya dari palopo namax ibu johra yg saudaranx kenah gagal ginjal dan kista sudah di of name dan disuruh cuci darah kemudian ada salah satu dokter yg menyarangkan ut minum air MILAGROS hanya dua btl pertama ginjalx udah normal dan kistax keluar semua lalu lanjut minum satu dos habis udah kaluar di rumah sakit alhamdulilla yg mau menolong orang hub kami 085242968989 ali ramang makassar
  • Saya mulai bergabung ke bisnis milagros karena telah merasakan manfaat nya kedasyatan luar biasa milagros, syareatnya air milagros mampu menyembuhkan penyakit sinusitis saya yg sangat menyakitkan luar biasa ... hidung terasa ad yg nyumbat, bau tdk sedap trus kpala pusing terutama alas daerah mata kanan sungguh sangat menyakitkan...sdh dicoba dgn obat dari dokter bila dikonsumsi dgn obat-obat dokter sdikit agak mengurangi sakit namun bila habis obatnya terasa sakit lagi terus beli resep minum obat lumayan sakit sdikit berkurang,tnpa mengkonsumsi
  • Alhamdulillah sakit gigi yg berbulan2 stlh mnm segelas milagros hilang dg cptnya,gigi yg mnrt perkiraan hrs dibedah akr sdh pulih tanpa nyeri sprti sblmnya,,smg milagros bs dtrima semua masyrakat dengan sgala kemanfaatannya amiin
  • Tgl 20 oktber bossku baru keluar dr RS swasta dcirebon krn jantung n liver,sy drop 1 dus,blm hbs sdh merasa bablas sktnya,hr jumat 24 okt sdh bs touring menuju event Jogja Sumpah Pemuda..Milagros mantapppppppp
  • alhamdulillah anak saya lukanya tidak berbekas setelah konsumsi milagros